![]()
Filsafat China adalah salah satu dari filsafat tertua di dunia dan dipercaya menjadi salah satu filsafat dasar dari 3 filsafat dasar yang mempengaruhi sejarah perkembangan filsafat dunia.
Filsafat dasar lainnya adalah Filsafat India dan Filsafat Barat. Masing-masing filsafat tentunya sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang berkembang dari masa ke masa. Di bawah ini saya kutip sejarah filsafat China dari situs Filsafat Kita. Mohon ditanggapi baik dari segi kebudayaan, sejarah ataupun agama, karena ini juga adalah rangkuman dari seorang peminat filsafat Indonesia.
FILSAFAT CHINA
Ada tiga tema pokok sepanjang sejarah filsafat cina, yakni harmoni, toleransi dan perikemanusiaan. Selalu dicarikan keseimbangan, harmoni, suatu jalan tengah antara dua ekstrem: antara manusia dan sesama, antara manusia dan alam, antara manusia dan surga. Toleransi kelihatan dalam keterbukaan untuk pendapat-pendapat yang sama sekali berbeda dari pendapat-pendapat pribadi, suatu sikap perdamaian yang memungkinkan pluralitas yang luar biasa, juga dalam bidang agama. Kemudian, perikemanusiaan. Pemikiran Cina lebih antroposentris daripada filsafat India dan filsafat Barat. Manusia-lah yang selalu merupakan pusat filsafat Cina.
Ketika kebudayaan Yunani masih berpendapat bahwa manusia dan dewa-dewa semua dikuasai oleh suatu nasib buta (“Moira”), dan ketika kebudayaan India masih mengajar bahwa kita di dunia ini tertahan dalam roda reinkarnasi yang terus-menerus, maka di Cina sudah diajarkan bahwa manusia sendiri dapat menentukan nasibnya dan tujuannya. Filsafat Cina dibagi atas empat periode besar:
1. Jaman Klasik (600-200 S.M.)
Menurut tradisi, periode ini ditandai oleh seratus sekolah filsafat:seratus aliran yang semuanya mempunyai ajaran yang berbeda. Namun, kelihatan juga sejumlah konsep yang dipentingkan secara umum, misalnya “tao” (“jalan”), “te” (“keutamaan” atau “seni hidup”), “yen” (“perikemanusiaan”), “i” (“keadilan”), “t’ien” (“surga”) dan “yin-yang” (harmoni kedua prinsip induk, prinsip aktif-laki-laki dan prinsip pasif-perempuan). Sekolah-sekolah terpenting dalam jaman klasik adalah:
Konfusianisme
Konfusius (bentuk Latin dari nama Kong-Fu-Tse, “guru dari suku Kung”) hidup antara 551 dan 497 S.M. Ia mengajar bahwa Tao (“jalan” sebagai prinsip utama dari kenyataan) adalah “jalan manusia”. Artinya: manusia sendirilah yang dapat menjadikan Tao luhur dan mulia, kalau ia hidup dengan baik. Keutamaan merupakan jalan yang dibutuhkan.
Kebaikan hidup dapat dicapai melalui perikemanusiaan (“yen”), yang merupakan model untuk semua orang. Secara hakiki semua orang sama walaupun tindakan mereka berbeda.
Taoisme
Taoisme diajarkan oleh Lao Tse (“guru tua”) yang hidup sekitar 550 S.M. Lao Tse melawan Konfusius. Menurut Lao Tse, bukan “jalan manusia” melainkan “jalan alam”-lah yang merupakan Tao. Tao menurut Lao Tse adalah prinsip kenyataan objektif, substansi abadi yang bersifat tunggal, mutlak dan tak-ternamai. Ajaran Lao Tse lebih-lebih metafisika, sedangkan ajaran Konfusius lebih-lebih etika. Puncak metafisika Taoisme adalah kesadaran bahwa kita tidak tahu apa-apa tentang Tao. Kesadaran ini juga dipentingkan di India (ajaran “neti”, “na-itu”: “tidak begitu”) dan dalam filsafat Barat (di mana kesadaran ini disebut “docta ignorantia”, “ketidaktahuan yang berilmu”).
Yin-Yang
“Yin” dan “Yang” adalah dua prinsip induk dari seluruh kenyataan. Yin itu bersifat pasif, prinsip ketenangan, surga, bulan, air dan perempuan, simbol untuk kematian dan untuk yang dingin. Yang itu prinsip aktif, prinsip gerak, bumi, matahari, api, dan laki-laki, simbol untuk hidup dan untuk yang panas. Segala sesuatu dalam kenyataan kita merupakan sintesis harmonis dari derajat Yin tertentu dan derajat Yang tertentu.
Moisme
Aliran Moisme didirikan oleh Mo Tse, antara 500-400 S.M. Mo Tse mengajarkan bahwa yang terpenting adalah “cinta universal”, kemakmuran untuk semua orang, dan perjuangan bersama-sama untuk memusnahkan kejahatan. Filsafat Moisme sangat pragmatis, langsung terarah kepada yang berguna. Segala sesuatu yang tidak berguna dianggap jahat. Bahwa perang itu jahat serta menghambat kemakmuran umum tidak sukar untuk dimengerti. Tetapi Mo Tse juga melawan musik sebagai sesuatu yang tidak berguna, maka jelek.
Ming Chia
Ming Chia atau “sekolah nama-nama”, menyibukkan diri dengan analisis istilah-istilah dan perkataan-perkataan. Ming Chia, yang juga disebut “sekolah dialektik”, dapat dibandingkan dengan aliran sofisme dalam filsafat Yunani. Ajaran mereka penting sebagai analisis dan kritik yang mempertajam perhatian untuk pemakaian bahasa yang tepat, dan yang memperkembangkan logika dan tatabahasa. Selain itu dalam Ming Chia juga terdapat khayalan tentang hal-hal
seperti “eksistensi”, “relativitas”, “kausalitas”, “ruang” dan “waktu”.
Fa Chia
Fa Chia atau “sekolah hukum”, cukup berbeda dari semua aliran klasik lain. Sekolah hukum tidak berpikir tentang manusia, surga atau dunia, melainkan tentang soal-soal praktis dan politik. Fa Chia mengajarkan bahwa kekuasaan politik tidak harus mulai dari contoh baik yang diberikan oleh kaisar atau pembesar-pembesar lain, melainkan dari suatu sistem undang-undang yang keras sekali.
Tentang keenam sekolah klasik tersebut, kadang-kadang dikatakan bahwa mereka berasal dari keenam golongan dalam masyarakat Cina. Berturut-turut: (1) kaum ilmuwan, (2) rahib-rahib, (3) okultisme (dari ahli-ahli magi), (4) kasta ksatria, (5) para pendebat, dan (6) ahli-ahli politik.
2. Jaman Neo-Taoisme dan Buddhisme (200 S.M.-1000 M.)
Bersama dengan perkembangan Buddhisme di Cina, konsep Tao mendapat arti baru. Tao sekarang dibandingkan dengan “Nirwana” dari ajaran Buddha, yaitu “transendensi di seberang segala nama dan konsep”, “di seberang adanya”.
3. Jaman Neo-Konfusianisme (1000-1900)
Dari tahun 1000 M. Konfusianisme klasik kembali menjadi ajaran filsafat terpenting. Buddhisme ternyata memuat unsur-unsur yang bertentangan dengan corak berpikir Cina. Kepentingan dunia ini, kepentingan hidup berkeluarga dan kemakmuran material, yang merupakan nilai-nilai tradisional di Cina, sema sekali dilalaikan, bahkan disangkal dalam Buddhisme, sehingga ajaran ini oleh orang dianggap sebagai sesuatu yang sama sekali asing.
4. Jaman Modern (setelah 1900)
Sejarah modern mulai di Cina sekitar tahun 1900. Pada permulaaan abad kedua puluh pengaruh filsafat Barat cukup besar. Banyak tulisan pemikir-pemikir Barat diterjemahkan ke dalam bahasa Cina. Aliran filsafat yang terpopuler adalah pragmatisme, jenis filsafat yang lahir di Amerika Serikat. Setelah pengaruh Barat ini mulailah suatu reaksi, kecenderungan kembali ke tradisi pribumi. Terutama sejak 1950, filsafat Cina dikuasai pemikiran Marx, Lenin dan Mao Tse Tung.
Inilah sejarah perkembangan filsafat China, yang merupakan filsafat Timur. Yang termasuk kepada filsafat Barat misalnya filsafat Yunani, filsafat Helenisme, “filsafat Kristiani”, filsafat Islam, filsafat jaman renaissance, jaman modern dan masa kini.
oleh Rinto jiang
...
Rabu, 13 Januari 2010
Rangkuman Filsafat Cina
Jumat, 09 Oktober 2009
第 六 课 WHAT'S YOUR NAME ? 你 叫 什 么 名 字 ?
A. CONVERSATION 1 会 话 一 (HUI HUA YI)
苏 西 : 我 叫 苏 西, 你 姓 什 么?
Su xi : Wo jiao Su xi, ni xing shenme?
约 翰 : 我 姓 黄, 我 叫 约 翰
Yuehan : Wo xing Huang, wo jiao Yuehan.
苏 西 : 认 识 您, 很 高 兴.
Su xi : Renshi nin, hen gaoxing.
约 翰 : 认 识 您, 我 也 很 高 兴.
Yuehan : Renshi nin, wo ye hen gaoxing.
B. CONVERSATION 2 会 话 二 (HUI HUA ER)
李 美 : 老 师 您 贵 姓 ?
Li mei : Lao shi nin gui xing ?
安 娜 老 师 : 我 姓 黄. 你 叫 什 么 名 字 ?
An na laoshi : Wo xing Huang. Ni jiao shenme mingzi?.
李 美 : 我 叫 李 美. 他 姓 什 么 ?
Li mei : Wo jiao Li mei. Ta xing shenme?
安 娜 老 师 : 他 姓 林.
An na laoshi : Ta xing Lin.
李 美 : 他 是 老 师 吗 ?
Li mei : Ta shi laoshi ma ?
安 娜 老 师 : 他 不 是 老 师, 他 是 学 生.
An na laoshi : Ta bu shi laoshi, ta shi xuesheng.
C. VOCABULARY 生 词 (SHENG CI)
叫 jiao call
姓 xing family name
认 识 renshi introduce
高 兴 gaoxing happy
名 字 mingzi name
贵 gui expensive
D. EXERCISE 练 习 (LIAN XI)
1. Complete the dialogue below.
a. A : 大 夫, ……..?
B : 我 姓 张.
A : 那 个 大 夫…. ?
B : 他 姓 李.
b. A : 她………… ?
B : 是, 她 是 我 妹 妹.
A : 她………..?
B : 她 叫 苏 西.
c. A : ……….?
B : 是, 我 是 留 学 生.
A : 你 忙 吗 ?
B : ……..你 呢 ?
A : ………
...
Jumat, 25 Juli 2008
第 五 课 WHAT BOOK IS IT ? 这 是 什 么 书?
A. CONVERSATION 1 会 话 一 (HUI HUA YI)
李 美 : 这 是 什 么 书 ?
Li mei : Zhe shi shen me shu?
安 娜 : 这 是 中 文 书.
An na : Zhe shi Zhongwen shu.
李 美 : 这 是 谁 的 书 ?
Li mei : Zhe shi shui de shu?
安 娜 : 这 是 王 老 师 的 书.
An na : Zhe shi Wang laoshi de shu.
B. CONVERSATION 2 会 话 二 (HUI HUA ER)
李 美 : 这 是 什 么 笔 ?
Li mei : Zhe shi shen me bi ?
安 娜 : 这 是 铅 笔.
An na Zhe shi qian bi.
李 美 : 这 是 谁 的 铅 笔 ?
Li mei : Zhe shi shui de qian bi ?
安 娜 : 这 是 阿 利 的 铅 笔
An na : Zhe shi A li de qian bi.
C. VOCABULARY 生 词 (SHENG CI)
什 么 shenme = what
书 shu = book
中 文 zhong wen = Mandarin
笔 bi = tool
铅 笔 qian bi = pencil
D. EXERCISE 练 习 (LIAN XI)
1. Make a sentence by using the word “什 么”, and “谁”
2. Complete the dialogue below
A : 你 工 作 忙 吗 ?
B : ……………(忙)
A : 你 们 呢 ?
B :……… (也)
...
Rabu, 23 Juli 2008
第 四 课 THANK YOU 谢 谢
A. CONVERSATION 1 会 话 一 (HUI HUA YI)
约 翰 : 你 早!
Yue han : Ni zao!
妮 妮 : 你 早!
Ni ni : Ni zao!
约 翰 : 请 喝 茶.
Yuehan : Qing he cha.
妮 妮 : 谢 谢.
Ni ni : Xie xie.
约 翰 : 不 谢.
Yuehan : Bu xie.
B. CONVERSATION 2 会 话 二 (HUI HUA ER)
苏 西 : 你 去 银 行 吗?
Su xi : Ni qu yin hang ma?
阿 利 : 不 去, 去 邮 局.
A li : Bu qu, qu you ju.
苏 西 : 明 天 见!
Su xi : Ming tian jian!
阿 利 : 明 天 见!
A li : Ming tian jian!
C. VOCABULARY 生 词 (SHENG CI)
早 zao = morning
早 上 zao shang = morning
中 午 zhong wu = day,noon
下 午 xia wu = afternoon
晚 上 wan shang = night
半 夜 ban ye = tengah malam
早 安 zao an = good morning
早 上 好 zao shang hao = good morning
午 安 wu an = good afernoon
晚 安 wan an = good evening
晚 上 好 wan shang hao = good evening
请 qing = please, excuse me
喝 he = drink
茶 cha = tea
谢 谢 xiexie = thanks
谢 谢 你 xiexie ni = thank you
不 谢 bu xie = you are welcome
不 客 气 bu keqi = you are welcome
对 不 起 duibuqi = sorry
请 原 谅 qing yuanliang = sorry
没 关 系 mei guan xi = it's ok
明 天 ming tian = tomorrow
见 jian = meet
再 见 zai jian = bye, see you
E. EXERCISE 练 习 (LIAN XI)
1. Complete the dialogue below
a. 学 生 们 : 老 师, ………….!
老 师 : …..
b. 阿 利 : 你 去 …….. 吗?
苏 西 : 不 去, 去 ……..
阿 利 : …….
苏 西 : …….
2. Make a dialogue about greeting at least 20 sentences.
...
Selasa, 22 Juli 2008
汉 语 拼 音 HANYU PINYIN
Learning mandarin becomes simpler and more enjoyable if it is through songs and pictures. Therefore I would like to show you learning Hanyu Pinyin in song.
...
第 三 课 HE IS MY FRIEND 他 是 我 朋 友
A. CONVERSATION 1 会 话 一 (HUI HUA YI)
苏 西 : 这 是 我 爸 爸, 这 是 我 妈 妈.
Su xi : Zhe shi wo ba ba, zhe shi wo ma ma
安 娜 : 你 们 好 !
An na : Ni men hao!
爸 爸, 妈 妈 : 你 好 !
Ba ba, Ma ma : Ni hao!
爸 爸 : 苏 西, 他 是 谁 ?
ba ba : Su xi, ta shi shei?
苏 西 : 他 是 我 的 朋 友, 安 娜.
Su xi : Ta shi wo de pengyou, An na.
B. CONVERSATION 2 会 话 二 (HUI HUA ER)
妮 妮 : 他 们 是 谁 ?
Ni ni : Ta men shi shei?
安 娜 : 他 们 是 我 兄 弟 和 姐 妹.
An na : Ta men shi wo xiongdi he jie mei.
妮 妮 : 你 是 不 是 学 生?
Ni ni : Ni shi bu shi xuesheng?
阿 利 : 是, 我 是 学 生.
A li : Shi, wo shi xue sheng.
C. VOCABULARY 生 词 (SHENG CI)
这 zhe = this
那 na = that
是 shi = be
们 men = particle
他 ta = he
她 ta = she
它 ta = it
谁 shei/shui = who
朋 友 pengyou = friend
兄 弟 xiong di = brother
和 he = and
姐 妹 jie mei = sister
学 生 xue sheng = student
的 de = particle
妈 妈 mama = mom, mother
EXERCISE 练 习 (LIAN XI)
1. Make a sentence by using "shi" 是 from these words below
a. 书 shu
b. 爸 爸 baba
c. 公 司 gonagsi
d. 老 师 laoshi
e. 银 行 yinhang
2. Give the order of stroke from these letters
a. 这
b. 那
c. 是
d. 们
e. 谁
...
Selasa, 06 Mei 2008
Perkembangan Bahasa Tionghoa
Kategorisasi perkembangan bahasa Tionghoa masih menjadi perdebatan di antara para ahli-ahli bahasa. Salah satu sistem yang pertama diciptakan oleh ahli bahasa Swedia, Bernhard Karlgren; sistem sekarang merupakan revis dari sistemnya.
Bahasa Tionghoa Lama adalah bahasa yang umum pada zaman awal dan pertengahan dinasti Zhou (abad ke-11 hingga 7 SM) - hal ini dibuktikan dengan adanya ukiran pada artifak-artifak perunggu, puisi Shijing, sejarah Shujing, dan sebagian dari Yijing (I Ching). Tugas merekonstruksi Bahasa Tionghoa Lama dimulai oleh para filologis dinasti Qing. Unsur-unsur fonetis yang ditemukan dalam kebanyakan aksara Tionghoa juga menunjukkan tanda-tanda cara baca lamanya.
Bahasa Tionghoa Pertengahan adalah bahasa yang digunakan pada zaman dinasti Sui, dinasti Tang dan dinasti Song (dari abad ke-7 hingga 10 Masehi). Bahasa ini dapat dibagi kepada masa awalnya - yang direfleksikan oleh tabel rima Qieyun 切韻 (601 M) dan masa akhirnya pada sekitar abad ke-10 - yang direfleksikan oleh tabel rima Guangyun 廣韻. Bernhard Karlgren menamakan masa ini sebagai 'Tionghoa Kuno'. Ahli-ahli bahasa yakin mereka dapat membuat rekonstruksi yang menunjukkan bagaimana bahasa Tionghoa Pertengahan diucapkan. Bukti cara pembacaan bahasa Tionghoa Pertengahan ini datang dari berbagai sumber: varian dialek modern, kamus-kamus rima, dan transliterasi asing. Sama seperti bahasa Proto-Indo-Eropa yang bisa direkonstruksi dari bahasa-bahasa Eropa modern, bahasa Tionghoa Pertengahan juga bisa direkonstruksi dari dialek-dialek modern.
Selain itu, filologis Tionghoa zaman dulu telah berjerih payah dalam merangkum sistem fonetis Tionghoa melalui "tabel rima", dan tabel-tabel ini kini menjadi dasar karya ahli-ahli bahasa zaman modern. Terjemahan fonetis Tionghoa tehadap kata-kata asing juga memberikan banyak petunjuk tentang asal-muasal fonetis bahasa Tionghoa Pertengahan. Meskipun begitu, seluruh rekonstruksi bahasa tersebut bersifat sementara; para ahli telah membuktikan misalnya, melakukan rekonstruksi bahasa Kantonis modern dari rima-rima musik Kantonis(Cantopop) modern akan memberikan gambaran yang sangat tidak tepat mengenai bahasanya.
Perkembangan bahasa Tionghoa lisan sejak masa-masa awal sejarah hingga sekarang merupakn perkembangan yang sangat kompleks. Klasifikasi di bawah menunjukkan bagaimana kelompok-kelompok utama bahasa Tionghoa berkembang dari satu bahasa yang sama pada awalnya.
Hingga pertengahan abad ke-20, kebanyakan orang Tiongkok yang tinggal di selatan Tiongkok tidak dapat berbahasa Tionghoa. Bagaimanapun juga, walaupun adanya campuran antara pejabat-pejabat dan penduduk biasa yang bertutur dalam berbagai dialek Tionghoa, Mandarin Nanjing menjadi dominan setidaknya pada masa
dinasti Qing yang menggunakan bahasa Manchu sebagai bahasa resmi. Sejak abad ke-17, pihak Kekaisaran telah membentuk Akademi Orthoepi (正音書院 Zhengyin Shuyuan) dalam usaha untuk membuat cara pembacaan mengikuti standar Beijing (Beijing adalah ibukota Qing), namun usaha-usaha tersebut kurang berhasil. Mandarin Nanjing akhirnya digantikan penggunaannya di pengadilan kekaisaran dengan Mandarin Beijing dalam 50 tahun terakhir diansti Qing pada akhir abad ke-19. Bagi para penduduk biasa, meskipun berbagai variasi bahasa Tionghoa telah dituturkan di Tiongkok pada waktu itu, bahasa Tionghoa yang standar masih belum ada. Penuturpenutur non-Tionghoa di selatan Tiongkok juga terus berkomunikasi dalam dialek-dialek daerah mereka dalam segala aspek kehidupan.
Keadaan berubah dengan diciptakannya (di Tiongkok dan Taiwan) sistem pendidikan sekolah dasar yang mempunyai komitmen dalam mengajarkan bahasa Tionghoa. Hasilnya, bahasa Tionghoa sekarang dituturkan dengan lancar oleh hampir semua orang-orang di Tiongkok Daratan dan Taiwan. Di Hong Kong, bahasa pendidikan masih tetap bahasa Kantonis namun bahasa Tionghoa semakin menunjukkan kepentingannya.
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
...
Hubungan antara Bahasa Tionghoa Lisan dan Tertulis

Hubungan antara bahasa Tionghoa lisan dan tertulis cukup kompleks - kompleksitas hubungan ini makin dipersulit dengan adanya bermacam-macam variasi bahasa Tionghoa lisan yang telah melewati evolusi selama berabad-abad sejak setidaknya zaman akhirdinasti Han. Meskipun begitu, bentuk tulisannya tidak mengalami perubahan yang sebesar itu.
Hingga abad ke-20, kebanyakan tulisan Tionghoa yang formal berbentuk Tionghoa Klasik(wenyan) yang sangat berbeda dari semua varian lisan Tionghoa seperti halnya bahasa Latin Klasik berbeda dari bahasa Roman modern.
Aksara Tionghoa yang lebih mirip dengan bahasa lisannya digunakan untuk menulis karya-karya informal seperti novel-novel yang mengandung bahasa sehari-hari.
Sejak Gerakan Keempat Mei (1919), standar formal tulisan Tionghoa adalah baihua (Bahasa Tionghoa Vernakular), yang mempunyai tata bahasa dan kosa kata yang mirip - namun tidak sama - dengan tata bahasa dan kosa kata bahasa Tionghoa lisan modern. Meskipun hanya sedikit karya baru yang ditulis dalam Tionghoa Klasik,
Tionghoa Klasik masih dipelajari di tingkat SMP dan SMU di Tiongkok dan menjadi bagian dari ujian tes masuk universitas. Aksara Tionghoa adalah huruf-huruf yang tidak berubah meskipun cara pengucapannya berbeda. Jadi meskipun "satu" dalam bahasa Mandarin adalah "yi", dalam bahasa Kantonis adalah "yat" dan dalam bahasa Hokkien adalah "tsit/cit", mereka semua berasal dari satu kata Tionghoa yang sama dan masih menggunakan satu huruf yang sama: 一. Namun demikian, cara penggunaan huruf-huruf tersebut tidak sama dalam setiap dialek Tionghoa.
Kosa kata yang digunakan dalam dialek-dialek tersebut juga telah diperluas. Selain itu, meski kosa kata yang digunakan dalam karya sastra masih sering mempunyai persamaan antara dialek-dialek yang berbeda (setidaknya dalam penggunaan hurufnya karena cara bacanya berbeda), kosa kata untuk bahasa sehari-hari seringkali mempunyai banyak perbedaan. Interaksi yang kompleks antara bahasa Tionghoa tertulis dan lisan bisa digambarkan melalui bahasa Kantonis. Terdapat dua bentuk standar yang digunakan untuk menulis bahasa Kantonis: Kantonis tertulis formal dan Kantonis tertulis biasa (bahasa sehari-hari). Kantonis tertulis formal sangat mirip dengan bahasa Tionghoa tertulis dan bisa dimengerti oleh seorang penutur bahasa Tionghoa tanpa banyak kesulitan namun Kantonis tertulis formal cukup berbeda daripada Kantonis lisan. Kantonis tertulis biasa lebih mirip dengan Kantonis lisan tapi sulit dimengerti oleh penutur bahasa Tionghoa yang belum terbiasa. Bahasa Kantonis mempunyai keistimewaan dibandingkan dengan bahasabahasa daerah non-Tionghoa lainnya karena mempunyai bentuk tulisan standar yang digunakan secara luas. Bahasa-bahasa daerah lainnya tidak
mempunyai bentuk tulisan standar alternatif seperti Kantonis namun mereka menggunakan huruf-huruf lokal atau menggunakan huruf-huruf yang dianggap kuno di "baihua".
...
Jumat, 02 Mei 2008
Bahasa Tionghoa

Bahasa Tionghoa (汉语/漢語, 华语/華語, atau 中文; pinyin: hànyǔ, huáyǔ, atau zhōngwén) adalah bagian dari kelompok bahasa Sino-Tibet. Meskipun kebanyakan orang Tionghoa menganggap berbagai varian bahasa Tionghoa lisan sebagai satu bahasa, variasi dalam bahasa-bahasa lisan tersebut sebanding dengan variasi-variasi yang ada dalam bahasa Roman; bahasa tertulisnya juga telah
berubah bentuk seiring dengan perjalanan waktu, meski lebih lambat dibandingkan dengan bentuk lisannya, and oleh sebab itu mampu melebihi variasi-variasi dalam
bentuk lisannya.
Sekitar 1/5 penduduk dunia menggunakan salah satu bentuk bahasa Tionghoa sebagai penutur asli - bahasa Tionghoa merupakan bahasa dengan jumlah penutur asli terbanyak di dunia. Bahasa Tionghoa (dituturkan dalam bentuk standarnya, Mandarin) adalah bahasa resmi China dan Taiwan, salah satu dari empat bahasa resmi Singapura, dan salah satu dari enam bahasa resmi PBB.
Istilah dan konsep yang digunakan orang Tionghua untuk berpikir tentang bahasa berbeda dengan yang digunakan orang-orang Barat; ini disebabkan oleh efek pemersatu
aksara Tionghoa yang digunakan untuk menulis dan juga oleh perbedaan dalam perkembangan politik dan sosial China dibandingkan dengan Eropa. Tiongkok berhasil menjaga persatuan budaya dan politik pada waktu yang bersamaan dengan jatuhnya kerajaan Romawi, masa di mana Eropa terpecah menjadi negara-negara kecil yang perbedaanya ditentukan oleh bahasa.
Sebuah perbedaan utama antara konsep Tiongkok mengenai bahasa dan konsep Barat akan bahasa, ialah bahwa orang-orang Tionghoa sangat membedakan bahasa tertulis (wen) dan bahasa lisan (yu). Pembedaan ini diperluas sampai menjadi permbedaan antara kata tertulis (zi) dan kata yang diucapkan (hua). Sebuah konsep untuk sebuah bahasa baku yang berbeda dan mempersatukan bahasa lisan dengan bahasa tertulis ini dalam bahasa Tionghoa tidaklah terlalu menonjol. Ada beberapa varian bahasa Tionghoa lisan, di mana bahasa Mandarin adalah yang paling penting dan menonjol. Tetapi di sisi lain, hanya ada satu bahasa tertulis saja. (Lihat paragraf di bawah ini).
Bahasa Tionghoa lisan adalah semacam bahasa intonasi yang berhubungan dengan bahasa Tibet dan bahasa Myanmar, tetapi secara genetis tidak berhubungan dengan bahasa-bahasa tetangga seperti bahasa Korea, bahasa Vietnam, bahasa Thailand dan bahasa Jepang. Meskipun begitu, bahasa-bahasa tersebut mendapat pengaruh yang besar dari bahasa Tionghoa dalam proses sejarah, secara linguistik maupun ekstralinguistik. Bahasa Korea dan bahasa Jepang sama-sama mempunyai sistem penulisan yang menggunakan aksara Tionghoa, yang masingmasing dipanggil Hanja dan Kanji. Di Korea Utara, Hanja sudah tidak lagi digunakan dan Hangul ialah satusatunya cara untuk menampilkan bahasanya sementara di Korea Selatan Hanja masih digunakan. Bahasa Vietnam juga mempunyai banyak kata-kata pinjam dari bahasa Tionghoa dan pada masa dahulu menggunakan aksara Tionghoa.
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
...
Aksara Tionghoa

Aksara Tionghoa (漢字) adalah bentuk-bentuk tertulis bahasa Tionghoa, dan dalam
jumlah yang lebih kecil; bahasa Jepang dan bahasa Korea (hanya di Korea Selatan).
Aksara Tionghoa telah menghilang dari bahasa Vietnam — di mana mereka digunakan hingga abad ke-20 — dan Korea Utara, di mana mereka telah digantikan sepenuhnya oleh Hangul.
Aksara Tionghoa disebut hànzì dalam bahasa Mandarin, kanji dalam bahasa Jepang,
hanja atau hanmun dalam bahasa Korea, dan hán tư (juga digunakan dalam tulisan
chu nom) dalam bahasa Vietnam.
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
...
Kamis, 03 April 2008
LEARNING MANDARIN TONES
These are the examples of pronouncing Mandarin tones.
...
Selasa, 01 April 2008
第 二 课 ARE YOU BUSY ? 你 忙 吗?
A. CONVERSATION 1 会 话 一 (HUI HUA YI)
苏 西 : 爸 爸, 你 忙 吗 ?
Su xi : Ba ba, ni mang ma?
爸 爸 : 我 很 忙.
Ba ba : Wo hen mang.
B. CONVERSATION2 会 话 二 (HUI HUA ER)
安 娜 : 汉 语 难 吗 ?
An na : Hanyu nan ma?
妮 妮 : 不 太 难.
Ni ni : Bu tai nan.
C. VOCABULARY 生 词 (SHENG CI)
爸 爸 baba = papa (DAD)
忙 mang = busy
汉 语 hanyu = Mandarin
难 nan = difficult
不 bu = not
太 tai = so, too
EXERCISE 练 习 (LIAN XI)
Complete the dialogue below.
1. A : 您 工 作 忙 吗 ?
B : …….
2. A : 你 身 体 好 吗 ?
B : ……
...
Minggu, 30 Maret 2008
第 一 课 HELLO ! 你 好 !
A. CONVERSATION 1 会 话 一 (HUI HUA YI)
琼 斯 : 你 好 !
Qiong si : Ni hao !
阿 利 : 你 好 !
A li : Ni hao!
B. CONVERSATION 2 会 话 二 (HUI HUA ER)
李 美 : 你 好 吗 ?
Li mei : Ni hao ma?
约 翰 : 很 好. 你 好 吗?
Yue han : Hen hao. Ni hao ma?
李 美 : 我 也 很 好.
Li mei : Wo ye hen hao.
C. VOCABULARY 生 词 (SHENG CI)
你 ni = you
您 nin = you (polite)
我 wo = I, me
好 hao = good
也 ye = also
很 hen = very
吗 ma = particle
李 美 Limei = Limei (person’s name)
阿 利 Ali = Ali (person’s name)
琼 斯 Qiong si = Qiong si (person’s name)
约 翰 Yuehan = Johan (person’s name)
EXERCISE 练 习 (LIAN XI)
1. Complete the dialogue below.
A : 你 好 !
B : …….
A : 你 好 吗 ?
B : ……
2. Give the order of strokes of these letters
a. 你
b. 好
c. 吗
...




