Selasa, 18 Agustus 2009

TOMBO ATI



Ketahuilah, dalam setiap tubuh itu ada segumpal daging. Jika daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuh itu dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh itu.Ketahuilah, Itu adalah hati.(HR. Bukhari dan Muslim).

Kita semua membutuhkan transisi mental, seperti memasuki tahun baru ini, tidak boleh berada dalam kondisi mental yang sama.

Pointer 1:
Sebetulnya hati kita mempunyai kemapuan untuk mengobati dirinya sendiri, bila kita mengikhlaskannya. Tetapi kita mempunyai cara2 pikir cara2 bersikap yang membatalkan diri dalam mengobati dirinya sendiri.

Hati tahu apa yang diingikannya, tetapi sering kita batalkan dengan apa yang kita pikirkan.

Kita merayakan hari, bukan harinya yang dirayakan, tetapi merayakan pribadi baru yang lebih mampu dan lebih bersungguh2.

Kalau orang hanya merayakan harinya, tetapi tidak melihat kepantasan dirinya, untuk memasuki masa yang baru, dia akan masuk ke masa yang baru dengan kemampuan yang lama. Sehingga dia akan mengulangi penderitaan atau kesalahan2 lamanya.

Bukan perayaannya yang penting, tetapi perubahan pribadinya didalam masa itu.

Kalau kita memulainya dengan kesalahan, maka kita akan mengakhirinya dengan penyesalan.

Kalau kita mengawalinya dengan kebaikan, maka kita akan diuji dengan kesulitan.

Hati ini mempunyai mekanisme yang selalu bergerak menuju kedamaian, kalau dia minggir karena tertekan, tersingkirkan, termarjinalkan, dia akan selalu mencari damai.

Cara mengerti bahwa yang kita lakukan itu salah adalah menguji melihat kedamaian.
Alarm bagi kebaikan itu adalah kegelisahan di hati.

Bukti bahwa kebenaran itu hak dan benar adanya, orang jahatpun mengharuskan orang lain berlaku baik padanya.

Mengapa hati itu demikian penting?

Orang yang pendidikannya tinggi, IQ-nya tinggi, modalnya besar akan membatalkan itu semua kalau hatinya malas.

Hati akan menentukan digunakannya kekuatan. Hati yang perkasa memungkinkan pribadi lemah menjadi jendral yang dihormati lawan.

Kenapa hati perlu dipelihara?

karena sesuatu yang baikpun kalau tidak dipelihara akan rusak. Hati itu adalah target bergerak.
Karena hati itu target bergerak, kita harus memperbaharui bidikan kita setiap saat.

Orang yang mengatakan orang lain yang berani itu tidak punya hat,i karena dia terlalu tersadar dengan lemah hatinya sendiri.
Seingga orang yang punya keberanian dianggap tidak punya hati, karena yang punya hati tidak berani.

Tidak ada orang yang dilahirkan berani, kehidupan kita adalah proses memberanikan diri.

Cara mengetahi rencana Tuhan adalah melihat baiknya, karena tidak ada yang diinginkan Tuhan kecuali memuliakan kita.
Sehingga apapun yang terjadi adalah proses pemuliaan.

Tuhan disebut penyayang, karena sejauh-jauhnya kita berada dikiri, masih diberikan kesempatan untuk kembali ke jalan yang benar.

Kalau orang berhenti berharap, dia telah membatalkan sipat Tuhan, yang maha pemaaf, yang maha memungkinkan, yang maha memberi.

Apabila anda menasehatkan sesuatu yang belum anda alami, segera setelah itu anda dibuat untuk mengalami. Tuhan megharapkan kita menjadi pribadi yang mulia, yang berbicara tentang sesuatu yang kita ketahui.

Ikhlaskanlah diri anda, bahwa anda sedang tumbuh, apabila kita ikhlas bahwa kita sedang tumbuh, kita bahkan akan tertawa saat melakukan kesalahanpun.

Kalau anda ikhlas bahwa anda sedang tumbuh, anda tidak akan menghakimi diri, ketika melakukan kesalahan, akan segeran berbalik arah untuk memperbaikinya.

Jangan takut melakukan kesalahan, karena perbaikannnya akan sering.
Orang yang menghindari kesalahan itu tidak tumbuh. Karena salah dan benar adalah dua sisi dari koin yang sama.

Orang yang menghindari salah dia menghindari benar, jadi kalau begitu nikmatilah prosesnya.

Lemparkan koin anda sekarang, perbaiki kemungkinan salahnya dengan belajar, bersahabat dengan orang2 baik, berdo’alah, senangkanlah banyak orang.

Bergaulah dengan orang baik, sehingga mereka mencerminkan yang membaikkan kita.

Orang lain apapun reaksinya adalah perintah kepada kita untuk memperbaiki diri. Berterimakasihlah kepada musuh anda, karena dia mencurahkan seluruh hidupnya untuk mencari kesalahan kita.

Untuk itu jaga sahabat2 anda untuk dekat. Tetapi jaga lawan2 anda lebih dekat lagi, karena mereka memberikan masukan paling jujur tentang apa yang harus kita perbaiki.

Ada dua tujuan dari budi pekerti: satu tujuan kemanusiaan, yang kedua tuuan ke-Tuhanan,

Tujuan kemanusiaan adari budi pekerti adalah agar kita menjadi manusia yang berguna bagi orang lain.
Tujuan ke-Tuhanan dari budi pekerti agar kita menjadi kekasih Tuhan.

Kalau kita menjadi kekasih Tuhan apa yang tidak dimungkinkanNya bagi kita,

dan karena tujuan budi pekerti kita adalah demi kebaikan sesama, maka yang dimungkinkan Tuhan adalah untuk keuntungan orang lain.

Jadi budi pekerti adalah tindakan baik, yang didasari oleh tindakan baik.

Pribaadi yang terobati dalam semuanya ada tiga kata2nya:
Dengan Nama Tuhan, Karena Tuhan, Untuk Tuhan.

Karena hidup dan mati kita untuk Tuhan, maka kita akan dapat banyak hal yang dimiliki Beliau.

Hadiah pertama bagi orang yang melakukan kebaikan adalah kebaikan.

Orang sebesar apapun badannya, kebesarannya ditentukan oleh segumpal daging yang namanya HATI.

Jadi kalau begitu, besarkanlah anak2 dengan membesarkan hatinya, besarkanlah diri dengan membesarkan hati.

Hati tidak ada yang kuat, jangan dilemah2 kan dengan rasa takut tentang sesuatu yang belum tentu terjadi.

Hati itu dibesarkan dengan yang baik dan dengan yang positif.
Pribadi yang membesarkan hatinya pantas memimpin siapapun dan apapun.

Untuk melatih hati kita berperasaan, dilatih supaya hati menjadi PEKA.

Karena kita melihat dengan pikiran dan mendengar dengan hati.
Pastikan orang yang betemu anda, pulang dengan perasaan lebih baik daripada saat bertemu anda.

Pamrih itu selalu ada, dan pamrih yang paling indah adalah kecintaan Tuhan kepada kita. Karena hadiah pertama bagi orang yang melakukan kebaikan adalah kebaikan.

Yang namnya pertimbangan itu ada batasnya, karena kita menggunakn variabel2 yang kita ketahui.
Sehingga kalau ada pertimbangan yang kurang, kita akan mebuat keputusan yang salah.

Ada satu cara teknis pertimbangan yang lengkap, yang disebut RASA.
Jadi kalau begitu orang yang melatih ketepatan keputusannya bukan melatih pikirannya, melainkan melatih PERASAANNYA.

Percayai perasaan lalu lakukan, kalau salah kita akan tahu, kalau betulpun kita tahu.

Tuhan berbicara kepada anda lebih banyak melalui hati, maka percayalah pada hati.

Kesimpulan:

Akan terbuka lorong pengawasan yang lebar dan terang sekali, yang menghubungkan langit, dengan pribadi yang berguna bagi orang lain/sesamanya.

Cara untuk menempuhnya ada dua cara sederhana:

Gunakanlah keikhlasan sebagai kekuatan dari pekerjaan anda dan Keberserahan sebagai kekuatan penantian dari hasil anda, lalu perhatikan apa yang terjadi.

dikutip dari http://salamsuper.com
...

Tidak ada komentar: